Sebuah sistem jam biologis atau dalam bahasa inggris Circadian Rhytm pada mahluk hidup berperan untuk mengontrol irama dalam kehidupan sehari - hari. Siklus ini berlangsung selama sekitar 24-jam dan membuat adanya perubahan fisik, mental dan perilaku yang ditemukan pada sebagian besar organisme, mulai dari manusia sampai lalat, tanaman dan bahkan mikroba yang ukurannya amat sangat kecil. Ritme sirkadian ini menentukan pola tidur, mempengaruhi produksi hormon, rasa lapar, regenerasi sel dan suhu tubuh yang berkaitan dengan  depresi dan gangguan afektif musiman.

Jam biologis adalah kelompok molekul yang berinteraksi dengan sel-sel dalam seluruh tubuh. Sebuah "Master Jam" membuat segala sesuatu menjadi selaras atau sinkron. Pada vertebrata, termasuk manusia, master jam terletak di dalam otak, tepatnya terletak di dalam hipotalamus dalam kelompok sel saraf yang disebut Suprachiasmatic Nucleus atau SCN.


Jam tubuh sebagian didorong oleh faktor internal, termasuk gen dan protein yang mereka hasilkan. Jam biologis juga dipengaruhi oleh sinyal dari lingkungan - terutama cahaya dan kegelapan. SCN terletak tepat di atas saraf optik yang menyampaikan informasi dari mata ke otak, sehingga idealnya diposisikan untuk menerima informasi tentang jumlah cahaya yang masuk. Ketika ia mendapatkan adanya kekurangan cahaya seperti setelah matahari terbenam, SCN mengarahkan otak untuk menghasilkan lebih banyak melatonin, yaitu hormon yang membuat kita mengantuk. Dengan cara ini, master jam mengarahkan siklus tidur dan bangun kita.

Pada tahun 2006, seorang geologis prancis Michell Siffre melakukan serangkaian experimen bawah tanah seorang diri didalam gua dibawah Texas, dimana ia tinggal dan bekerja selama berbulan - bulan tanpa menggunakan jam, namun tubuhnya tetap menjaga rutinitas sehari - hari seperti tidur, bangun dan melakukan rutinitas normal lainnya. Ini membuktikan bahwa tubuh memiliki cara sendiri terhadap mekanisme waktu atau kita sebut dengan Jam Tubuh.

Normalnya setiap jam tubuh pada manusia adalah sama, mereka tidur dimalam hari dan terbangun di pagi hari. Tapi mengapa jam menjadi seperti tidak berlaku terhadap orang yang bekerja di malam hari atau mendaparkan shift malam? Pikirkan waktu kita untuk tidur terpakai untuk bekerja dan bukannya untuk tidur. Bisakah kalian bekerja 12 jam, dari pukul enam sore sampai pukul enam pagi? Apakah kamu pikir itu mudah bagi tubuh untuk melawan gangguan jam biologis tanpa konsekuensi?

Diantara beberapa konsekuensi dari bekerja saat malam hari adalah sebagai berikut:
  • Adanya gangguan tidur dan mengantuk adalah respon fisiologis normal untuk jadwal kerja alternatif.
  • Insomnia atau rasa kantuk yang berlebihan, secara temporal dikaitkan dengan jadwal kerja berulang yang terjadi selama periode tidur biasa.
  • Mengurangi kewaspadaan dan mental
  • Peningkatan kecelakaan kerja
Realtime Normal Body Clock
Daftar Istilah External Link Wikipedia Indonesia:
Hipotalamus | Melatonin

Reference:
National Institute of General Medical Sciences of USA - Circadian Rhytm
BBC Horizon, 2009, Eps. Secret Life of Your Body Clock
Loading comments...
Discover
Misc