Semua air, bahkan air hujan, mengandung bahan kimia terlarut yang dimana para ilmuwan menyebutnya "garam." Meskipun begitu, tidak semua air rasanya asin.

Air segar ( Fresh Water ) atau asin ( Salt Water ) dinilai dari rasa yang kita dapat coba sendiri. Misalnya kita minum air dari sungai yang mengalir, kita tidak akan menolak air tersebut karena rasanya yang sejuk walaupun tanpa kita sadari, didalamnya terkandung garam. Tapi coba dari segelas air sungai yang tadi kita cicipi, kita masukan satu sendok garam dapur, pasti tubuh kita akan menolaknya karena rasanya yang asin. Jadi walaupun semua air mengandung garam, kita bisa menilai air itu asin atau tidak tergantung dari kadar garam yang terkandung didalamnya.


Fresh Water atau air yang segar, faktanya, mengandung kadar garam kurang dari 1% sementara air laut bisa mengandung garam sebanyak 220 kali lebih banyak dari air yang segar. Dengan kandungan garam sebanyak itu, kita tahu kalau air laut menjadi asin karena kadar garam yang berlebihan.

Asal Usul Garam Di Laut.

Garam yang ada di laut, pada awalnya berasal dari dalam tanah. Garam terdiri dari klorin dan natrium, yang menempel pada batuan  sendimen. Asam dan air mengikis bebatuan dari sungai dan membawa senyawa garam ke dalam laut, dengan kata lain ia telah terpurifikasi. Berbeda halnya kita mencicipi air sungai yang kotor, karena proses purifikasi tidak maksimal maka kita akan merasakan rasa aneh.

Di beberapa bagian laut, ada sedikit garam karena ada sejumlah besar air tawar mengalir ke laut. Sementara di daerah di mana matahari kuat, tingkat garam lebih tinggi dan garam menguap lebih dari air. Ketika air menguap seluruhnya, kristal putih tertinggal dan itu adalah garam.
Loading comments...
Discover
Misc